
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seorang remaja berinisial IMS (18), meninggal setelah tenggelam di Pantai Pandan Desa Bunga Mekar Nusa Penida, Rabu (2/4) sore. Pria asal Dusun Sompang itu terseret arus saat berselancar bersama dua temannya di pantai itu.
Tubuhnya sempat berhasil dievakuasi, namun saat dibawa ke RS Gema Santi Nusa Penida, nyawanya sudah tidak tertolong.
Menurut keterangan para saksi mata di TKP, peristiwa itu bermula saat korban bersama dua temannya mandi di Pantai Pandan, sekitar pukul 15.00 WITA. Di sana mereka langsung berenang, dan meminjam papan selancar di warung dekat pantai.
Mereka asyik berselancar bersamaan dengan posisi korban di sebelah kiri papan selancar dan diikuti oleh temannya di posisi tengah dan kiri papan selancar. Mereka bertiga mendayung papan selancar tersebut menggunakan tangan secara bersamaan menuju ke tengah laut.
Tiba-tiba arus pantai setempat cukup kuat, sehingga teman-teman korban melepaskan papan seluncur dan menyelamatkan diri ke pantai. Sementara korban yang masih memegang papan selancar yang terus terbawa arus ke tengah laut.
Meyadari hal itu, korban sempat melepaskan papan selancarnya. Namun arus laut pada saat itu sangat kuat. Sehingga membuat korban menjadi panik dan kewalahan hingga korban tenggelam.
Panik dengan situasi itu, teman korban bergegas meminta pertolongan warga sekitar. Selanjutnya guide yang merupakan warga lokal dan satu wisatawan yang berada di atas perahu atau jukung segera menolong korban dan langsung membawanya ke tepi Pantai Cristal Bay. “Korban sempat dilakukan pertolongan pertama berupa CPR oleh warga sekitar dan wisatawan yang berada di pantai Crystal Bay. Namun, kondisi korban tetap dalam keadaan tak sadarkan diri,” kata Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta.
Akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Gema Santi dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sayang, sesampainya di rumah sakit setelah mendapat penanganan medis nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan mengikhlaskan meninggalnya korban.
Kapolsek menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Atas peristiwa itu, dia kembali mengimbau masyarakat, terutama para pelaku wisata agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas berwisata di pesisir maupun di laut. “Perhatikan kondisi cuaca, gunakan peralatan keselamatan yang memadai. Sebab, berwisata di tengah laut di tengah cuaca buruk, akan sangat sangat berisiko,” tegasnya. (bagiarta/balipost)