DENPASAR, BALIPOST.com – Tempat Penampungan Sementara sampah kerap dibayangkan sebagai tempat yang berbau, kotor dan banyak lalat.
Namun berbeda dengan TPS yang satu ini, TPS Sadu, yang berlokasi di Jalan Pralina, milik Desa Sumerta Kaja, Denpasar ini jauh dari bayang- bayang tersebut.
Di lahan seluas 10 are itu, Ketua Unit TPS Sadu I Made Tirta Jati bersama puluhan anggota timnya, mengelola sampah masyarakat di Desa Sumerta Kaja.
Sampah yang masuk setiap harinya bisa mencapai 6-8 ton. Meski kapasitas tempat baru mencapai 4 ton, namun pengelolaan yang dilakukan hampir menyerupai teba alami, tidak berbau dan tidak ada gerombolan lalat.
Mengingat bau tak sedap serta lalat kerap menjadi keluhan masyarakat di sekitar TPS, maka kedua hal tersebut berupaya diminimalisir.
Meski kedua faktor tersebut kunci dalam menyukseskan pengelolaan sampah, namun baginya yang terpenting adalah peran masyarakat dalam memilah sampah.
Agar masyarakat mau memilah sampah, ia hanya meminta masyarakat memilah sampah menjadi dua yaitu sampah organik dan anorganik sehingga lebih mudah. (Citta Maya/balipost)