NEGARA, BALIPOST.com – Kasus gantung diri kembali terjadi di Jembrana. Korban Gusti Ketut Budiasa (25) dari Banjar Ketiman Kelod, Desa Manistutu, Melaya ditemukan tewas karena gantung diri Jumat (2/6).
Korban diduga nekat gantung diri di belakang rumahnya karena frustasi ditinggal sang kekasih. Dari informasi, peristiwa gantung diri ini terjadi di kebun di belakang rumah korban, Banjar Ketiman Kelod, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya Jumat sore.
Ketika itu, tetangga korban yakni Ni Ketut Sunadi (62) yang tengah mencari kayu bakar di lokasi mendapati korban sudah terbujur kaku dengan leher yang tergantung pada dahan pohon Jati dengan menggunakan Selendang berwarna Kuning.
Kemudian Sunadi melaporkan kejadian ke suaminya, I Wayan Suda (64) yang kemudian diteruskan ke pihak keluarga korban.
Keluarga korban kemudian datang ke lokasi bersama warga lainnya dan menurunkan korban dari pohon Jati. Sayang, ketika korban diturunkan sudah dalam keadaan kaku dan tidak bernyawa hingga akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Melaya.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Narma dikonfirmasi membenarkan peristiwa korban gantung diri di Manistutu tersebut.
Pihaknya yang mendapat laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian disertai oleh Tim Identifikasi dari Polres Jembrana dan Tim Medis dari Puskesmas setempat guna melangsungkan proses olah TKP.
Dari keterangan pihak keluarga korban diketahui jika korban sempat menderita sakit thypus dan baru sembuh pada beberapa waktu yang lalu.
Diduga korban gantung diri karena ditinggal meninggal oleh kekasihnya sekitar setahun lalu. Sejak itu korban seperti tertutup dan jarang berbicara dengan orang tuanya.
Orang tuanya mengira korban sedang mencari rumput namun ternyata ditemukan gantung diri. (kmb/balipost)