DENPASAR, BALIPOST.com – Hajatan Porprov di Gianyar, untuk cabor gateball dipakai ajang selekda atlet yang akan diterjunkan pada Kejurnas Gateball, di Makassar, Sulsel, Oktober mendatang. Karena itu, Binpres bersama Tim Pemandu Bakat bakal bekerja selama pelaksanaan Porprov cabor gateball, 13-17 September, guna memantau skill atlet.
Ketau Umum Pengprov Pergatsi Bali Gusti Ngurah Adnyana, di Denpasar, Rabu (23/8), menerangkan, pihaknya bakal turun full-team pada Kejurnas, dengan mengikuti 11 nomor yang dipertandingkan, meskipun Porprov hanya mempertandingkan delapan nomor. ‘’Kami tak bisa memberangkatkan semua atlet, karena terganjal dana, kemungkinan kami bisa mengirit biaya, dengan mengirim atlet andalan yang bisa turun pada beberapa nomor,’’ jelasnya.
Sementara Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengingatkan, Pengprov Pergatsi Bali tak memiliki atlet, dan yang punya atlet Pengkot dan Pengkab Pergatsi serta klub. Untuk itu. Pergatsi Bali jangan lagi memikirkan kuantitas, tetapi lebih pada kualitas dan prestasi. ‘’Untuk mewujudkan prestasi tak perlu dana berlebihan,’’ ujar Suwandi.
Dicontohkan, biaya pembinaan seorang atlet PON Bali hanya Rp 50 juta, sedangkan provinsi lain mencapai Rp 200 juta sampai dengan Rp 250 juta. ‘’Alhasil, Bali bisa menduduki peringkat keenam,’’ tuturnya. Untuk itu, Suwandi mendapat pesan khusus dari gubernur Bali, agar Pulau Dewata yang berpenduduk 4 juta jiwa, prestasi olahraganya bisa meniru Singapura. ‘’Ini tantangan bagi kami, dan target kami naik satu seterip di PON XX 2020 mendatang. Astungkara, mudah-mudahan Bali bisa bercokol di urutan kelima,’’ ungkapnya. (daniel/balipost)