Ilustrasi gerhana matahari. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi Kamis (26/12) ini. Sejumlah negara di dunia akan dilewati jalur cincin GMC ini. Seperti, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Malaysia, Samudera Pasifik, dan termasuk Indonesia.

Khusus di wilayah Bali, GMC dapat diamati mulai pukul 12.11 Wita hingga pukul 15.36 Wita. Dalam siaran persnya, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.,SEIS., menjelaskan gerhana matahari cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi terletak pada satu garis, sehingga tidak sepenuhnya cahaya matahari dapat diterima bumi.

Baca juga:  Pelaku Korupsi LPD Gerokgak Divonis Berbeda

Disebut gerhana matahari cincin karena cahaya matahari yang menuju ke bumi ditutup sepenuhnya oleh permukaan bulan, sehingga tampak seperti cincin. Gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC 26 Desember 2019 adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. GMC 26 Desember 2019 ini dapat diamati di sedikit Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Baca juga:  Diduga Tutup Akses Jalan, Kadishub Gianyar Dilaporkan ke Inspektorat Pemkab Gianyar

Di wilayah Bali, dikatakan Gerhana Matahari Cincin dapat diamati mulai pukul 12.11 Wita hingga pukul 15.36 Wita. Untuk melakukan pengamatan GMC agar tidak dilakukan tanpa alat bantu.

Sebab, dapat menyebabkan kerusakan hingga kebutaan. Oleh karena itu, diimbau agar menggunakan kacamata khusus matahari atau menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari, seperti filter Neutral Density 5 (ND-5) untuk mengamati Gerhana Matahari Cincin. (Winatha/balipost)

Baca juga:  Hotel dan Vila Terbakar, Bukti Pengelola Tak Serius Soal Keamanan
BAGIKAN