
MANGUPURA, BALIPOST.com – Turunnya pendapatan Kabupaten Badung berdampak signifikan terhadap realisasi proyek yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Salah satunya, proyek penataan interior Gedung DPRD Badung yang masih menyisakan hutang.
Jumlahnya, diungkapkan Kadis PUPR Badung, IB Surya Suamba dalam dalam rapat kerja Komisi II DPRD Badung dengan jajaran PUPR Badung, mencapai miliaran rupiah. Birokrat asal Tabanan ini mengakui keterlambatan pembayaran proyek lantaran rasionalisasi anggaran.
“Kegiatan ini (penataan interior DPRD Kabupaten Badung) sudah selesai, namun saat ini masih proses pembayaran menunggu ketersediaan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar,” ungkapnya.
Kendati keterbatasan anggaran, namun masih terdapat lima kegiatan yang masih berjalan, karena kontrak telah berjalan tahun 2019. Di antaranya, pembangunan rumah sakit RSD Mangusada, peningkatan Puskesman Abiansemal I yang direncakan rumah sakit tipe C, dan hibah vertikal pembangunan Gedung Kejaksaan Tinggi Bali.
Juga, pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Badung dan penataan interior DPRD Kabupaten Badung. “Dari lima kegiatan ini ada yang masih tetap berjalan,” ucapnya. (Parwata/balipost)