
DENPASAR, BALIPOST.com – Warga yang berada di seputaran Sungai Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (5/1) sore dikagetkan penemuan jasad bayi. Jasad bayi laki-laki tersebut mengapung posisi telungkup di sela-sela sampah.
Kondisinya memakai pakaian bayi serta pampers, hidung dan matanya bengkak.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi menjelaskan mayat bayi tersebut ditemukan pukul 17.00 WITA. Dari keterangan saksi, Ananda Aunur Putra Pratama (29) mengatakan pukul 10.00 WITA ia mancing bersama temannya, Gusti Rahmat Wijaya , Helmi, Nanda dan Liong naik sampan.
Mereka selesai mancing pukul 15.30 WITA dan saat hendak menyandarkan sampan, Rahmat melihat ada jasad bayi. “Warga lalu berdatangan ke TKP untuk melihat jasad bayi tersebut,” ujarnya.
Sementara I Ketut Darma Yoga (42) tinggal di Jalan Sidakarya, menyampaikan ia baru datang dari Nusa Penida dalam rangka melayat. Saat istirahat di gubuk utara TKP, tiba-tiba datang nelayan memberi tahu jika ada bayi tersangkut sampah di sungai.
Darma langsung ke TKP dan setibanya di sana memang benar melihat ada jasad bayi. Untuk memastikannya, Darma mengoreknya dengan bambu dan ternyata benar jasad bayi mengambang diantara sampah.
“Saksi (Darma) mengevakuasi jasad bayi itu dan ditaruh di pinggir sungai. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Densel. Selain itu saksi juga bersedia mengambil jasad bayi itu untuk diupacarai dan dikubur,” tegas Sukadi.
Setelah menerima laporan kejadian itu, anggota Polsek Densel tiba di TKP. Setelah itu pukul 17.55 WITA jasad bayi itu dibawa ke RS Bali Mandara, Sanur, menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. “Hasil penyelidikan sementara kondisi jasad bayi belum mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan dibuang kurang 24 jam dan kemungkinan sengaja dibunuh oleh orangtuannya,” tutup Sukadi. (Kerta Negara/balipost)