Kepala BPI Danantara/Menteri Investasi Rosan P. Roeslani (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers selepas acara peresmian BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Beberapa tokoh global diusulkan dapat dijadikan dewan penasihat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Rekomendasi tersebut dating dari Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

Adapun, beberapa tokoh yang diusulkan itu diantaranya Joseph Stiglitz, Jeffrey Sachs, Hernando De Soto, hingga Ban Ki Moon.

“Nama-nama lain, seperti Joseph Stiglitz, Jeffrey Sachs, Hernando De Soto, Ban Ki Moon, dan lainnya layak juga untuk dipertimbangkan,” ujar Wijayanto saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (25/2).

Baca juga:  Diingatkan, Impor Pangan untuk Kestabilan Harga Jangan Dipolitisasi

Terkait penunjukan Tony Blair sebagai dewan pengawas Danantara, menurutnya, langkah tersebut tidak tepat, yang mana Tony Blair lebih tepatnya ditunjuk sebagai dewan penasihat.

“Idealnya (Tony Blair) di dewan penasihat, bukan dewan pengawas, karena dewan pengawas punya tugas berat dengan konsekuensi hukum,” ujar Wijayanto.

Apabila menjadi Dewan Penasihat, menurutnya, Tony Blair dapat ikut mendongkrak image Danantara di tingkat global.

“Jika masuk dewan penasihat, Tony Blair bisa ikut mendongkrak image dunia Danantara,” ujar Wijayanto.

Dalam kesempatan ini, Ia menyampaikan penunjukan tokoh besar dunia dalam struktur kepengurusan Danantara dapat berperan mendongkrak citra dan membantu membangun jaringan.

Baca juga:  Dishub Bali Usulkan Revisi Perda Nomor 9 Tahun 2000

“Mereka tidak menjalankan fungsi pengawasan yang riil,” ujar Wijayanto.

Menurutnya, tokoh global mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah ketegasan menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta tidak rentan terhadap politisasi.

“Pelibatan expat untuk posisi Dewan Pengawas, Internal Audit, Direksi Danantara/ BUMN, Komite, Komisaris BUMN, dan lainnya boleh- boleh saja, asal mereka betul-betul membawa ekspertise yang kita perlukan,” ujar Wijayanto.

Baca juga:  KONI Tabanan Usulkan Perketat Mutasi Atlet Jelang Porprov

Chief Excecutive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa mantan PM Inggris Tony Blair menjadi salah satu dewan pengawas Danantara.

“Iya salah satunya,” kata Rosan mengonfirmasi pertanyaan awak media usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/02).

Sebagai informasi, Danantara akan melibatkan penasihat skala global, yang bisa berasal dari negara lain, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, China, India, dan sebagainya yang memiliki keahlian dalam bisnis, dan/atau berlatar belakang politik. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *