Ogoh-ogoh Premada Ikang Betara." (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Sekaa Taruna Giri Kencana dari Banjar Gunung, Desa Buduk, Mengwi, Badung, kembali menampilkan kreativitasnya dalam pembuatan ogoh-ogoh. Tahun ini, mereka mengusung tema “Premada Ikang Betara”, yang terinspirasi dari sosok Maya Denawa, seorang raja Bali dari keturunan raksasa yang dikenal dengan sifat kejam dan kesombongannya.

Ketua Sekaa Truna Giri Kencana, I Gede Ryan Gunawan, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini didasarkan pada fenomena sosial saat ini. Banyak orang ingin meningkatkan derajatnya dengan mengendalikan masyarakat demi kepentingan pribadi.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Apresiasi Kinerja Segenap Aparat Penegak Hukum

“Kami melihat banyak fenomena orang-orang yang mengaku sebagai ‘jero’ atau menggunakan bahasa-bahasa kedewataan untuk mempengaruhi orang lain. Hal ini mengingatkan kami pada kisah Maya Denawa yang ingin disembah seperti Tuhan. Dari situlah kami menuangkannya dalam ogoh-ogoh bertajuk ‘Premada Ikang Betara’, yang mencerminkan sifat kesombongan dan kerakusan seorang penguasa,” jelas Ryan saat diwawancarai via telepon belum lama ini.

Saat ini, proses pembuatan ogoh-ogoh sudah hampir selesai dan hanya tinggal tahap persiapan akhir sebelum diarak pada malam Pengerupukan. Namun, dalam pembuatannya, Sekaa Taruna Giri Kencana menghadapi beberapa kendala, terutama dalam hal waktu pengerjaan.

Baca juga:  Penutupan Intur Bali 2024, Kemendikbudristek Sebut Cara Pengenalan Kebudayaan ala Generasi Muda

“Sebagian besar anggota Sekaa Truna sudah bekerja atau kuliah, sehingga waktu pengerjaan ogoh-ogoh hanya bisa dilakukan pada malam hari, akhir pekan, atau hari libur. Namun, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya dengan baik,” tambahnya.

Sebagai ketua pemuda, Ryan berharap agar tradisi pembuatan ogoh-ogoh tetap lestari dan Sekaa Taruna Giri Kencana terus aktif dalam melestarikan budaya Bali.

“Kami sebagai generasi muda adalah ujung tombak dalam menjaga budaya. Semoga ke depannya STT Giri Kencana tetap eksis dan menjadi contoh bagi Sekaa Truna lainnya dalam menjaga nama baik desa, banjar, dan kebudayaan kita,” pungkasnya. (Agus Pradnyana/balipost)

Baca juga:  Minim, Animo Generasi Muda Tekuni Sastra Modern
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *