
DENPASAR, BALIPOST.com – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat adanya penurunan konsumsi listrik saat Nyepi.
Beban puncak kelistrikan saat Nyepi mencapai 799,8 mega watt (MW). Angka tersebut turun dibandingkan beban puncak tertinggi yang terjadi sepanjang tahun 2025 yakni 1.189 MW.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, Selasa (1/4) mengatakan, penurunan beban ini diantisipasi oleh PLN dengan tetap mengerahkan tim pelayanan teknis yang siaga 24 jam di seluruh penjuru Bali dengan sistem kelistrikan mencapai 1.388 MW.
Sebelumnya diprediksi beban puncak saat Nyepi mencapai 883 MW, namun realisasinya lebih rendah.
Penurunan beban puncak di Bali saat Nyepi dipengaruhi oleh tutupnya sekolah, perkantoran hingga industri di Bali.
“Untuk Nyepi, kami sepenuhnya menghargai tradisi Catur Brata Penyepian dengan tetap menjaga pasokan bagi fasilitas vital. Selama perayaan Nyepi dan Idulfitri, kelistrikan berjalan dengan aman dan tidak ada keluhan sehingga masyarakat di Bali khusyuk dalam beribadah,” jelasnya.
Sementara untuk Idulfitri, pihaknya telah mempersiapkan antisipasi peningkatan beban selama masa mudik dan silaturahmi.
Sistem pemantauan jaringan berteknologi mutakhir beroperasi tanpa henti, didukung oleh peralatan dan personel yang diterjunkan ke berbagai lokasi jika diperlukan. Koordinasi intensif juga terus dijalin dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
PLN juga telah memetakan titik-titik yang berpotensi mengalami peningkatan konsumsi, seperti pusat transportasi, tempat ibadah, dan destinasi wisata utama menjadi fokus perhatian khusus. “Kami memahami betapa pentingnya kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan silaturahmi, karena itu kami memastikan pasokan listrik tetap stabil,” tambah Eric. (Widiastuti/bisnisbali)