Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau bantuan logistik yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa bumi di Myanmar merupakan solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

“Bantuan yang kami kirimkan hari ini merupakan tahap ketiga. Tahap pertama telah diberangkatkan pada hari Senin yang lalu, diikuti tahap kedua pada hari Selasa dengan dua kloter. Hari ini, pada tahap ketiga, kami mengirim dua pesawat, satu pesawat untuk penumpang dan satu pesawat untuk kargo,” katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (3/4).

Baca juga:  Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris Bom Polsek Astanaanyar

Ia mengatakan, pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN serta bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.

“Saya bersama Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait sebentar lagi akan berangkat ke Myanmar, menuju Kota Naypyidaw, dan dijadwalkan tiba petang nanti. Setelah itu, kami akan terbang menuju Yangon,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Sagaing – Mandalay, Myanmar, pada Jumat (28/3). Guncangan tersebut dirasakan hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China, dan diikuti dengan gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo.

Baca juga:  Bupati Suwirta Ajak Masyarakat Manfaatkan Produk Lokal

Bencana ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, menewaskan sejumlah orang, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Menko PMK menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini telah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam Rapat Tingkat Menteri yang dilaksanakan pada Minggu (30/3).

Hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan strategis mengenai mekanisme bantuan, termasuk pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik yang akan mendukung upaya tanggap darurat di Myanmar.

Baca juga:  IOI Gagas Pembentukan AAIF

Sebelumnya, tim pendahulu telah diberangkatkan pada 31 Maret 2025 untuk asesmen awal, yang kemudian disusul pengiriman tim USAR dan TNI berjumlah 73 personel pada tanggal 1 April 2025 untuk operasi penyelamatan.

Menko PMK mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta jajaran TNI/Polri yang turut mendukung kelancaran proses ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama. Kolaborasi ini memungkinkan kita memberikan bantuan dengan cepat kepada saudara-saudara kita di Myanmar,” ujarnya. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *