Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto bersilaruhami ke kediaman Presiden RI ke-7, Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan “Wisata Jokowi” menjadi destinasi favorit di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Destinasi wisata ini sebelumnya diperkenalkan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi.

Menurut Bima, dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (3/4), dirinya ingin membuktikan kebenaran terkait destinasi baru ini dengan mengunjungi kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya ke sini ini ingin membuktikan, waktu di retret itu kata Wali Kota Solo ada destinasi wisata favorit baru, namanya ‘Wisata Jokowi’. Ternyata ke sini benar, ada ‘Wisata Jokowi’. Warga dari berbagai daerah datang ke sini,” kata Bima

Baca juga:  Sehari di Atas 1.000 Kasus, Tambahan Pasien COVID-19 Nasional Capai Delapan Ratusan

Destinasi ini terbukti mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya pertunjukan kesenian, budaya, serta banyaknya sentra kuliner di kawasan itu.

Selain itu, masyarakat juga tampak berbondong-bondong bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

Ia turut mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati kediaman pribadi Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1 tersebut. Jokowi dan Bima juga sempat menikmati suguhan yang disajikan pengisi acara.

Baca juga:  Dokter Tirta Bersedia Jadi Saksi Meringankan Jerinx

Bima pun memuji semua pengisi kegiatan di depan rumah Jokowi, terutama orkestra dari SMKN 8 dan para budayawan.

“Jadi apresiasi teman-teman SMK dan semua budayawan dan semua pengisi acara yang memeriahkan di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, saat disinggung mengenai rencana digelarnya kegiatan orientasi kepala daerah gelombang selanjutnya, Bima menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) terus mematangkan gelaran tersebut.

Kegiatan itu, menurut dia, diperuntukkan bagi kepala daerah yang belum mengikuti Retret Kepala Daerah 2025 yang berlangsung di Magelang beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Wapres : Perombakan Kabinet Bisa Kapan Saja

Sementara, untuk kepala daerah hasil pemungutan suara ulang (PSU) yang saat ini masih berproses akan digelar kegiatan serupa secara terpisah.

Ia menyebut Kemdagri terus menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan, khususnya terkait alokasi anggaran dan sebagainya. Nantinya, kegiatan tersebut akan digelar lebih sederhana.

“Nanti gelombang terakhir itu setelah PSU ini selesai semua. Kan ada daerah yang PSU-nya total keseluruhan. Nah, ini nanti kami akan alokasikan untuk gelombang terakhir,” pungkas Bima. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *