
DENPASAR, BALIPOST.com – Universitas Udayana (Unud) membuka ruang dialog bersama mahasiswa terkait kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana.
Menurut Rektor Unud, Prof Ir I Ketut Sudarsana, Sabtu (5/4), kritik dan pandangan dari mahasiswa adalah bagian penting dari proses akademik yang sehat.
Rencananya, pihaknya mengadakan dialog terbuka dengan mahasiswa bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud pada Selasa (8/4) pukul 14.00 Wita di Gedung Widya Saba Kampus Jimbaran, Kabupaten Badung.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, dialog tersebut diadakan menyikapi dinamika dan menerima masukan mahasiswa terkait kerja sama Unud dengan Kodam IX/Udayana yang belakangan menjadi perhatian publik.
Sudarsana menjelaskan diskusi itu sebagai bentuk keseriusan kampus mendengarkan suara mahasiswa secara langsung. “Kampus bukan menara gading. Kami ingin memastikan semua kebijakan berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas,” imbuhnya.
Ia menekankan tujuan dialog itu untuk membangun pemahaman bersama serta melakukan evaluasi terhadap kerja sama itu jika diperlukan.
Rencananya, dialog itu dihadiri oleh pimpinan universitas, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta undangan sivitas akademika.
Sebelumnya, Rektor Unud menjelaskan kerja sama dengan Kodam IX/Udayana untuk memperkuat pendidikan karakter dan bela negara bagi mahasiswa.
Selain itu, juga untuk meningkatkan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan generasi muda di kampus dan seluruh program kerja sama tersebut bersifat edukatif, terbuka, dan partisipatif.
Ada pun kerja sama itu mencakup pemberian kuliah umum dari tokoh TNI tentang kebangsaan, pelatihan bela negara bersifat non-militeristik.
Kemudian, program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas SDM prajurit aktif melalui akses program strata satu (S1), strata dua atau magister (S2), dan program doktor atau S3 di Unud.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana (Kapendam) Kolonel Infanteri Agung Udayana menegaskan kerja sama institusinya dengan Unud bukan merupakan bentuk militerisme atau intervensi terhadap kegiatan kampus, melainkan kerja sama bidang pembinaan wawasan kebangsaan.
“Ini adalah tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada tahun 2023 sebagaimana disampaikan Rektor Unud dengan fokus penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif,” kata dia di Denpasar, Rabu (2/4).
Kapendam menambahkan seluruh kegiatan dalam kerja sama murni bersifat edukatif dan tetap berpegang pada tri dharma perguruan tinggi, tidak akan mengganggu independensi akademik, dan tidak ada agenda militerisasi. (kmb/balipost)